Artikel

  • Belajar Jadi Profesor “GUN”

       Pada akhir 2011, Presiden RI telah menandatangani  Perpres 94/2011 yang secara perlahan tapi pasti akan mengubah Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) menjadi Badan Informasi Geospasial (BIG).  Ini terjadi setelah munculnya UU no 4/2011 tentang Informasi Geospasial yang disahkan bulan April 2011. Berikut adalah wawancara hasil wawancara eksklusif... [Selengkapnya]

  • Sistem informasi Geografi (SIG) dan Standarisasi Pemetaan Tematik

    Dalam dekade terakhir-berkat SIG- penggunaan informasi geografis telah berkembang secara eksponensial. Saat ini penggunaan SIG telah sangat terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi geospasial yang bekerja di belakang layar, telah membantu berbagai program seperti peningkatan energi, produksi pertanian, dan mengetahui neraca air. Pemetaan dan peta adalah fitur yang diharapkan ada pada sistem informasi berbasis web dan ponsel.... [Selengkapnya]

  • Borneo Mapping Forum

    Importance of Borneo Maintaining natural forest ecosystems in Borneo is important to meet the goals of UNFCCC because they are one of the carbon-densest forests and store a considerable fraction of terrestrial carbon of the world.  They also harbour a rich assemblage of biological diversity and provide a range of services for human well-being both in... [Selengkapnya]

  • Tantangan dalam Penggunaan Object-Oriented Model untuk Mengelola Data Spasial

    Perkembangan Sistem Informasi Geografis dalam pemodelan obyek atau fenomena di bumi adalah dengan menggunakan object-oriented data model dimana obyek tersebut direpresentasikan sebagai obyek yang memiliki property, behavior dan hubungan dengan obyek lain. Beberapa keuntungan didapatkan dalam sistem ini seperti terintegrasinya data spasial dan atribut dalam satu sistem, akses dapat dilakukan secara bersamaan oleh banyak pengguna dan kecepatan dalam... [Selengkapnya]

  • Analisis Perubahan Kawasan Hutan Kabupaten Blora dengan Pendekatan Kajian Spatio-Temporal

    Hutan Kabupaten Blora merupakan salah satu kawasan hutan di Pulau Jawa yang mengalami degradasi fungsi hutan, hal ini terlihat adanya alih fungsi dari hutan ke non hutan sebesar 4,49 % per tahun. Secara umum, berdasarkan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) diperoleh informasi perubahan hutan terbesar terjadi di Kecamatan Randublatung, dimana total area hutan yang berubah menjadi... [Selengkapnya]

1 2 3 4 57